Kamis, 19 Januari 2012

Kelemahan L (Death Note), Pelajaran Untuk Kita



L.  Apa yang kalian pikirkan saat kalian dengar nama salah seorang tokoh dalam Film Death Note ini?
Sempurna, ya saya pikir kalian akan berpikiran sama juga dengan saya.
Tapi saya bukan ingin membahas kesempurnaannya di sini, melainkan kekurangannya.

Bukan bermaksud membuat pemikiran kita soal L menjadi buruk karna membahas kelemahannya, tetapi kita akan makin kagum pada tokoh fiksi ini bahkan saat kita membahas kelemahannya sekalipun.
Banyak kekurangan dari L yang tentu saja kita bisa sangat jelas melihatnya, karna pencipta tokoh ini memang meciptakannya begitu, unik. Tapi bayangkan saja jika L ini adalah tokoh nyata, kita bisa mengambil hikmah dari caranya untuk tidak menutup-nutupi kekurangannya.
Kekurangan pertama, punggungnya bungkuk.
Kekurangan kedua, dia terlalu banyak makan makanan mengandung gula.

Selain itu, dia adalah orang yang sangat aneh kalau kita menganggapnya bukan sebagai seorang detektif handal.
Tapi apa kalian mempermasalahankan kelemahan-kelemahan itu? Tentu saja tidak, bahkan kita melupakan kelemahannya, karna kita sudah sangat terkagum-kagum dengan sifat dan kepintarannya yang luar biasa.
Bahkan jujur saja, jika L itu nyata, saya akan sangat sangat sangat ingin menjadi pendamping hidupnya.
Lalu apa hikmah yang dapat kita ambil dari kekurangan dan kelebihan L?
L berusaha merubah segala kekurangannya menjadi lebih baik. Namun jika tidak bisa dia tidak akan terfokus pada itu saja, dia tetap bersyukur atas kekurangannya. L berusaha mengembangkan kelebihannya terus dan terus sehingga kekurangan nya tidak menjadi focus perhatian orang lain. L mengabdikan hidupnya untuk mengubah dunia, selalu berpikir dewasa atas tujuannya untuk mengubah dunia. L mengorbankan hidupnya, dan akhirnya mati untuk menyelamatkan dunia dari ketidakadilan yang dibuat manusia.
L  memang punya kelemahan, banyak kelemahan. Tapi bukan berarti L itu buruk. L  mengembangkan kelebihan yang tentu saja diberi oleh Tuhan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi dunia.
Maka dengan mengambil pelajaran dari L, harusnya kita bisa berkata “Aku memang punya kelemahan, banyak kelemahan. Tapi bukan berarti aku harus berhenti bersyukur kepada Tuhan dan menganggap Tuhan tidak adil. Aku akan mengembangkan kelebihan yang tentu saja diberi oleh Tuhan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi dunia. Tidak ada manusia yang sempurna kan?”

1 komentar:

  1. Pendamping hidup.....??? Tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan otak...

    BalasHapus